ASIMETRI PENAFSIRAN NUSYUZ DALAM QS. AN-NISA’ AYAT 34 DAN 128: KAJIAN KOMPARATIF TAFSIR KLASIK DAN KONTEMPORER

Authors

  • Nanda Aurelia Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Indonesia
  • Ilyas Husti Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Indonesia

Keywords:

Nusyuz; Tafsir Komparatif; Relasi Suami-Istri; Qira'ah Mubadalah; Hukum Keluarga Islam.

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji secara kritis dan mendalam rekonstruksi konsep nusyuz dalam Surah An-Nisa’ ayat 34 dan 128 melalui analisis komparatif antara tradisi tafsir klasik dan pendekatan kontemporer guna mengurai bias gender serta mencegah kekerasan dalam rumah tangga. Penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) ini menggunakan pendekatan tafsir komparatif (manhaj al-muqaran), hermeneutika kontekstual, dan teologis-filosofis dengan memanfaatkan kerangka teoretis Qira'ah Mubadalah (hermeneutika kesalingan) serta maqasid syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir klasik cenderung memahami nusyuz secara literal-hierarkis sebagai pembangkangan sepihak istri (QS. 4:34) dan mengarahkan istri untuk mengalah saat suami nusyuz (QS. 4:128). Sebaliknya, penafsiran kontemporer merekonstruksi nusyuz sebagai kegagalan fungsional relasional dua arah yang bersifat netral gender (gender-neutral relational failure), di mana QS. An-Nisa’ ayat 128 berfungsi sebagai penyeimbang teologis terhadap ayat 34. Selain itu, tahapan penanganan nusyuz dimaknai sebagai tindakan edukatif non-kekerasan yang disesuaikan dengan dinamika perkawinan modern dan era digital. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa nusyuz merupakan mekanisme evaluasi resiprokal atas komitmen perkawinan, sehingga merekomendasikan rekonseptualisasi regulasi hukum keluarga Islam, seperti Kompilasi Hukum Islam (KHI) Pasal 84, demi mewujudkan keadilan relasional dan perlindungan martabat manusia.

Downloads

Published

2026-11-04